LEBAK — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mulai memanaskan mesin politiknya jauh-jauh hari guna menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2029. Ketua Umum DPP PPP, Muhamad Mardiono, secara tegas menginstruksikan jajaran pengurus di Provinsi Banten untuk tidak sekadar berpuas diri pada konsolidasi struktural di atas kertas.
Pesan tersebut disampaikan Mardiono di hadapan kader dan pengurus saat menghadiri pengukuhan serentak Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP se-Provinsi Banten yang digelar di Hotel Grand Kasya (Keisha), Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, pada Senin (21/9/2026).
Percepatan Konsolidasi hingga Tingkat Ranting
Mardiono menekankan bahwa penguatan organisasi merupakan pekerjaan rumah mendesak yang harus segera diselesaikan.
Tidak tanggung-tanggung, ia mematok target agar konsolidasi kepengurusan partai berlambang Kakbah ini sudah tuntas hingga tingkat ranting paling lambat pada akhir tahun 2026.
”Makna pengukuhan ini adalah percepatan konsolidasi partai. Target pimpinan pusat pada akhir 2026, konsolidasi sampai tingkat ranting sudah selesai,” ujar Mardiono dalam arahannya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan agar kelengkapan struktur organisasi secara administratif wajib diiringi dengan kerja nyata di tengah masyarakat. Seluruh kader di Banten diminta untuk proaktif memperkuat komunikasi serta mengintensifkan aktivitas partai di daerah pemilihan masing-masing.
Evaluasi dan Optimisme Lumbung Suara Banten
Dalam kesempatan yang sama, Mardiono juga menyoroti adanya ketimpangan perolehan suara PPP antara tingkat nasional dan daerah pada pemilu sebelumnya.
Menurutnya, evaluasi menyeluruh ini menjadi kunci penting untuk memperbaiki performa partai pada agenda politik 2029 mendatang.
“Suara di daerah kabupaten kota tidak sebanding dengan pusat. Ini yang akan kita koreksi,” ungkapnya secara terbuka.
Senada dengan sang Ketua Umum, Ketua DPW PPP Banten, Neng Siti Julaiha, mengungkapkan bahwa pihaknya langsung tancap gas memperkuat konsolidasi internal pasca-musyawarah anak cabang (Musancab) di berbagai wilayah. Tercatat, tujuh dari delapan DPC kabupaten/kota di Banten telah sukses merampungkan Musancab tingkat kecamatan.
“Kemudian nanti akan berlanjut kepada Musran (Musyawarah ranting). Mudah-mudahan Oktober 2026 terlaksana,” kata Siti Julaiha.
Ia juga membeberkan bahwa wilayah Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang selama ini memegang peran krusial serta memberikan kontribusi terbesar bagi perolehan suara PPP di Banten. Kedua wilayah tersebut dinilai sebagai lumbung suara utama partai yang harus terus dijaga dan ditingkatkan.
“Lebak dan Pandeglang merupakan lumbung suara di Banten. Semoga ini bisa menjadi motivasi bagi pengurus di DPC kabupaten/kota lainnya untuk meraup perolehan suara maksimal pada Pemilu nanti,” tambahnya.
Sikapi Dinamika Sistem Pemilu dengan Siap Siaga
Terkait dinamika wacana sistem pemilu yang kerap berubah, Mardiono menegaskan bahwa partainya bersikap fleksibel dan akan selalu mengikuti mekanisme resmi yang telah ditetapkan. Ia mengingatkan bahwa PPP memiliki rekam jejak panjang sebagai partai peserta pemilu.
“PPP sudah 11 kali ikut pemilu. Terbuka pernah, tertutup pernah. Sepanjang sudah menjadi keputusan resmi, PPP akan tetap ikut berkompetisi dalam pemilihan umum,” tegasnya.
Melalui target besar dan strategi yang terarah ini, PPP Banten kini diinstruksikan untuk terus memperkuat fondasi akar rumput. Seluruh kader diharapkan tidak hanya menunggu tahapan pemilu dimulai, melainkan aktif membangun jaringan demi meraih kejayaan pada Pemilu 2029. (yogi)







