Guru Penggerak Subang Belajar dengan SIDILAN Terintegrasi STEM: Workshop Transformasi Gaya Belajar dari Tim UNJ

oleh

Suasana belajar yang interaktif dan penuh inovasi mewarnai Aula SDIT Al-Ukhuwah, Kabupaten Subang, hari ini. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Wilayah Binaan Unggulan Universitas (PPM-WBU) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) sukses menggelar workshop bertajuk “Optimalisasi dan Implementasi SIDILAN Terintegrasi STEM melalui Workshop Transformasi Gaya Belajar” yang diikuti puluhan komunitas Guru Penggerak di wilayah tersebut.

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 13 Juni 2026 ini, dibuka secara resmi oleh Kepala Sekolah SDIT Al-Ukhuwah, Bapak Syaiful Rahman, S.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada tim UNJ. “Kami sangat berterima kasih. Kehadiran para akademisi dan praktisi pendidikan ini menjadi angin segar bagi guru-guru di Subang, khususnya dalam menghadapi tantangan transformasi gaya belajar abad 21,” ujar beliau dengan antusias.

Ketua Tim Pengabdian, Dr. Dina Rahmi Darman, M.Pd., menjelaskan bahwa program ini lahir dari keprihatinan terhadap metode pembelajaran konvensional yang masih dominan di sebagian sekolah. “SIDILAN (System Differential Learning) yang kami padukan dengan pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) adalah jawaban. Kami ingin para guru tidak hanya mengajar, tetapi mampu mengidentifikasi gaya belajar unik setiap siswa lalu mentransformasikannya menjadi pengalaman belajar yang kreatif dan berbasis teknologi,” terang Dr. Dina di sebagai narasumber utama workshop.

Workshop yang berlangsung selama satu hari penuh ini menghadirkan jajaran tim ahli dari UNJ, yaitu Imaningtyas, S.Pd., M.Pd., Dr. Firmanul Catur Wibowo, M.Pd., Dr. Mira Amelia Amri, M.Pd., serta Drs. Endang Wahyudiana, M.Pd. Mereka tidak hanya memberikan teori, tetapi langsung mempraktikkan penggunaan platform SIDILAN yang terintegrasi dengan perangkat STEM sederhana. Para anggota mahasiswa, Aidhella Tyas Permatasari dan Zulfa Ainul Hikmah, turut aktif mendampingi para guru dalam sesi hands-on.

Baca Juga  KSB Gelar Pelatihan Peningkatan SDM dan Penanganan Bencana

Peserta, yang merupakan Guru Penggerak dari berbagai kecamatan di Kabupaten Subang, tampak sangat bersemangat. Salah satu peserta, Ibu Rini, mengaku mendapatkan ‘bulan madu’ kedua dalam dunia mengajar. “Selama ini saya tahu anak-anak itu berbeda, tapi tidak tahu cara mengolahnya. Dengan SIDILAN berbasis STEM ini, saya bisa memetakan gaya belajar siswa (visual, auditori, kinestetik) sekaligus merancang proyek sains yang seru. Ini akan langsung saya terapkan di kelas besok,” ceritanya dengan mata berbinar.

Melalui kegiatan yang berlokasi di Jl. Terusan Kaum, RT.15/RW.05, Pagaden ini, Tim UNJ berharap lahir generasi guru yang tidak hanya menjadi penggerak, tetapi juga menjadi inovator pembelajaran. Dr. Dina menambahkan, “Kami ingin transformasi gaya belajar ini menjadi gerakan nasional. Mulai dari Subang, kita ubah wajah pendidikan Indonesia menjadi lebih adaptif, humanis, dan berteknologi.” Kegiatan ini di biayai oleh Hibah pengabdian Pengabdian Kepada Masyarakat Wilayah Binaan Unggulan Universitas (PPM-WBU) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) No Surat Kerjasama: B/812/UN39.14/HK.07/VI/2026 dan No Kontrak 74/PPM-WBU/LPPM/III/2026.

Baca Juga  Pelantikan Keluarga Besar PII: Siapkan Generasi Menuju Banten Emas 2045

Kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada para peserta serta komitmen bersama untuk pendampingan daring selama tiga bulan ke depan. Dengan suksesnya acara ini, SDIT Al-Ukhuwah dan komunitas Guru Penggerak Subang siap menjadi pelopor kelas STEM-SIDILAN di Subang Jawa Barat.