PANDEGLANG — Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Menembak dan Memanah Indonesia (Perbakin) Banten berkolaborasi dengan Batalyon Infantry (Yonif) 320/Badak Putih menggelar kegiatan Lomba Berburu dan Bakti Sosial di Pandeglang, Banten, Jumat (23/10/2026).
Kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) TNI ke-81.
Ketua Perbakin Banten, Irjen. Pol. Nunung Syaifuddin, S.I.K., M.M., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran TNI, khususnya Yonif 320/Badak Putih, serta jajaran Polri, Pemerintah Daerah, KONI, BKDSDA, dan seluruh pimpinan instansi yang mendukung terlaksananya ajang ini.
Ajang ini diikuti oleh 111 peserta dari Banten dan DKI Jakarta, dengan rincian 73 peserta asal Banten dan 38 peserta dari DKI Jakarta.
“Kegiatan ini bukan hanya ajang kompetisi, melainkan ruang untuk mempererat tali silaturahmi, sportivitas, dan kebersamaan. Lebih dari itu, ini merupakan bentuk komitmen sinergi, kepedulian sosial, serta pengabdian kita kepada masyarakat,” ujar Nunung.
Dukung Ketahanan Pangan dan Kendalikan Hama
Dalam kesempatan tersebut, Nunung menyoroti gangguan hama babi hutan yang kerap merusak lahan pertanian milik warga, seperti tanaman padi, jagung, singkong, hingga komoditas hortikultura. Menurutnya, keberadaan hama tersebut memberikan dampak merugikan bagi perekonomian para petani.

Ia menegaskan bahwa kegiatan berburu yang digelar Perbakin Banten difokuskan sebagai upaya pengendalian populasi secara bertanggung jawab, bukan pembasmian total.
“Kegiatan berburu ini kita tempatkan sebagai bagian dari upaya pengendalian populasi secara terukur dan bertanggung jawab. Bukan untuk menghabiskan atau pembasmian (genosida) hama babi hutan, tetapi membatasi populasinya. Kegiatan ini juga sejalan dalam mendukung program strategis pemerintah terkait ketahanan pangan,” jelasnya.
Tekankan Keselamatan & Baksos Masyarakat
Mengingat aktivitas berburu dilakukan di area hutan, Ketua Perbakin Banten memberikan penekanan khusus terkait keselamatan kerja dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Safety first, hunting second. Tidak ada prestasi maupun kemenangan yang lebih berharga daripada keselamatan jiwa manusia,” tegas Nunung.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar bijak dan tidak membuang puntung rokok sembarangan serta memastikan api bekas memasak benar-benar padam sebelum ditinggalkan.
Selain ajang berburu, kegiatan ini diisi dengan penyaluran bantuan bakti sosial untuk warga sekitar yang membutuhkan.
Pihaknya berharap kehadiran komunitas pemburu tidak hanya dirasakan saat membawa senjata olahraga, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat di tengah kondisi ekonomi saat ini. (Yogi)







