Dipimpin KH Humaidillah, Forum Santri Aswaja, Tidak Ridho NU Cilegon Dipimpin Erik!

oleh
Caption : Pimpinan Forum Santri Aswaja KH Humaidillah Royani (kanan) saat menyampaikan pernyataan sikap di Ponpes Miftahul Hidayah, Minggu malam.
Caption : Pimpinan Forum Santri Aswaja KH Humaidillah Royani (kanan) saat menyampaikan pernyataan sikap di Ponpes Miftahul Hidayah, Minggu malam.

Fajarbanten.co.id- Forum Santri Aswaja secara tegas menyampaikan pernyataan sikap atas kepemimpianan Erik Rebiin di PCNU Kota Cilegon yang dirasa tidak mewakili kalangan santri dan ulama.

Pernyataan sikap ini disampaikan langsung oleh pimpinan Ponpes Miftahul Hidayah yang juga Ketua Forum Santri Aswaja Kota Cilegon KH Humaidillah Royani bersama beberapa ulama Kota Cilegon, di Link Dringgo, Citangkil, Minggu (12/4/2026) malam.

Dalam surat yang dibacakan langsung oleh KH Humaidillah, tertulis surat pernyataan Abuya KH. Muhtadi Dimyati sebagai Mustasyar PBNU yang ditujukan kepada Rois Syuriah PCNU Kota Cilegon KH. Akrom Lathifi.

Baca Juga  Upacara Peringatan HANTARU 24 September 2023 di Provinsi Banten, Berikut Sambutan Menteri ATR/Kepala BPN

“Kami Forum Santri Aswaja menyatakan bahwa sosok Abuya KH. Muhtadi Dimyati ulama Banten yang sangat dihormati di kalangan pondok pesantren yang harus sami’na wa atho’na. Kedua, sejak awal terpilihnya, H. Erik Rebiin tidak memenuhi kriteria sebagai ketua PCNU Kota Cilegon,” ungkapnya.

“Selanjutnya, yang ketiga, memohon kepada PBNU untuk mengevaluasi dan mengoreksi serta mengganti H. Erik Rebi’in dengan H.Syaikul Amin Wahab,” tegasnya.

Baca Juga  ISOWAKU Dan PT. Modern Industrial Estate Cikande Kembali Salurkan Air Bersih

Menurutnya, Erik tidak memiliki kemampuan dan latar belakang dalam bidang keagamaan. “Kalau dari latar belakang politik, kami akui, tapi kalau dari agama tidak ada sama sekali,” imbuhnya lagi.

Bahkan semenjak ia dilantik menjadi letua PCNU Cilegon, yang menurut Forum Santri Aswaja, tidka sah, Erik tidak pernah sama sekali menunjukan kalau ia seorang pemimpin dari organisasi ulama dan santri.

“Bahkan dia selalu mengelak dan meminta orang lain untuk mewakili jika diminta untuk membacakan doa seperti layaknya ulama. Ini yang bikin malu dan mencoreng nama ulama,” kata pria yang akrab disapa Kyai Humed tersebut.

Baca Juga  Apresiasi Tatu, Tokmas Tunjungteja Jaro Hidir Ingin Keberlanjutan Bareng Andika-Nanang

Kyai Humed juga menegaskan, “ini organisasi ulama, harusnya yang menjadi ketua haruslah dari lalangan ulama dan santri. Kami tidak ikhlas dan tidak ridho PCNU dipimpin oleh orang yang latar belakangnya tidak dari agama (NU)”. (yogi)