Fajarbanten.co.id – Pemerintah Pusat melalui Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) hari ini mengumumkan langkah besar untuk menyatukan seluruh program pengentasan kemiskinan lintas kementerian. Kabupaten Pandeglang menjadi lokasi uji coba pertama dalam program nasional tersebut.
Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko menegaskan, bahwa percepatan pengentasan kemiskinan kini dijalankan berdasarkan mandat Perpres 2025, yang menugaskan BP Taskin menyusun rencana induk serta menjadi koordinator pusat lintas kementerian dan lembaga.
“BP Taskin sinergi percepatan pengentasan kemiskinan mandatnya adalah dari Perpres tahun 2025, BP Taskin menyusun rencana induk mensinkronisasikan dan mengkoordinasikan seluruh kementerian dan lembaga dalam pengentasan kemiskinan,”ungkap Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko, usai launching program Sinergi Percepatan Pengentasan Kemiskinan (SiTaskin) di Pendopo Pandeglang, Kamis 11 Desember 2025.
Budiman menyoroti masalah klasik yang selama ini menghambat efektivitas program.
“Nah selama ini, programnya kan jalan sendiri-sendiri. Sudahlah jangan ada ego sektoral jalan sendiri-sendiri, kemiskinan tidak akan pernah bisa secara radikal kita benahi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa ketidaksinkronan antar kementerian sering membuat program tidak saling terhubung. “Sering kali programnya ketemu di sini, kementerian lain mulai dari jalur berbeda sehingga tidak nyambung. Nah kita BP ditugaskan untuk menyambungkan ini,” katanya.
Budiman menyampaikan bahwa koordinasi besar kini telah melibatkan banyak kementerian. “Nah ini ada kerjasama luar biasa ada Kemensos, Kemenaker, Bapenas, ada 14 kementerian dan 2 lembaga, ada Kementerian Pertahanan , Kementerian Pertanian,”ucapnya.
Lebih lanjut Budiman mengatakan, bahwa Kabupaten Pandeglang menjadi lokasi pilot project karena angka kemiskinan yang masih tinggi.
“Nah kita uji coba pertama kali di Kabupaten Pandeglang. Insyaallah Minggu depan di kabupaten dan kota lain tapi pertama kita di coba di Pandeglang sebagai wilayah, 30 persen di provinsi Banten tetapi orang miskinnya cukup besar persentasenya mencapai 130 ribu warga miskin,”jelasnya
” Nah kita, dari pada sendiri-sendiri lebih baik kita keroyok bareng-bareng seluruh kementerian dan lembaga,” sambungnya.
Budiman menyebut bahwa aksi kolaboratif ini akan dipimpin oleh Pemerintah Daerah.
“Kita keroyok bareng-bareng di pimpin oleh bupati di lapangan. Tugas BP Taskin adalah membuat orkestrasinya,” katanya.
Ia memastikan bahwa program pusat dan daerah akan dipadukan untuk menciptakan percepatan. “BP Taskin mensinkronkan program-program Kementerian dan Lembaga memadukannya dengan program Pemerintah Daerah kabupaten dan kota,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa BP Taskin akan memastikan seluruh upaya ini menjadi satu kekuatan nasional. “Tugas BP Taskin adalah membuat keunggulan satu kesatuan dalam mengentaskan kemiskinan,”tukasnya.
Di tempat yang sama, Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani, mengapresiasi puluhan program lintas Kementerian dan Lembaga akan digulirkan ke Pandeglang untuk mempercepat penanganan kemiskinan.
“Kami bangga dan terharu. Terima kasih Bapak Presiden Prabowo, serta terima kasih kepada BP Taskin dan seluruh jajaran yang telah menjembatani berbagai program pengentasan kemiskinan hingga dapat turun ke Pandeglang,”ungkapnya.
Ia mengaku, bahwa Kabupaten Pandeglang masuk dalam kategori kemiskinan ekstrim
“Masyarakat miskin pada desil satu sampai empat kurang lebih mencapai 130 ribu jiwa. Ini membutuhkan kerja bersama seluruh kementerian dan lembaga melalui program ‘keroyokan’ agar Pandeglang dapat mempercepat pengentasan kemiskinan,”jelasnya.
Ia menambahkan, dari sejumlah program Pemerintah Pusat salah satunya Sekolah Rakyat, yang dinilai mampu meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendidikan.
“Program ini adalah amanat dari Bapak Presiden. Semua program Bapak Presiden akan kami kawal dan pastikan sampai kepada masyarakat,” pungkasnya. (Asep)







