FAJARBANTEN.CO.ID – Anggota Komisi X DPR RI Adde Rosi Khoerunnisa, menekankan pentingnya hilirisasi hasil riset dan inovasi akademik, agar tidak berhenti sebagai karya ilmiah, tetapi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia industri.
Hal tersebut disampaikan Adde Rosi dalam kegiatan Workshop Hilirisasi Riset dan Inovasi yang Efektif, di Kampus STISIP Banten Raya, Jumat 25 September 2026.
Selain itu, Anggota DPR RI dari Dapil Banten I (Pandeglang-Lebak) ini, salah satu tantangan dunia pendidikan tinggi saat ini adalah mendorong hasil penelitian di perguruan tinggi, agar dapat ditransformasikan menjadi produk yang memiliki nilai praktis dan ekonomis, serta menjadi dasar dalam perumusan kebijakan publik.
“Kita ingin mendorong agar hasil riset dari para akademisi tidak berhenti pada tahap publikasi saja, melainkan ada keberlanjutan hingga tahap komersialisasi dan pemanfaatan oleh industri,” ujar Adde Rosi.
Dia menilai hilirisasi riset membutuhkan ekosistem inovasi yang kuat dan kolaborasi antara berbagai pihak. Perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha perlu membangun sinergi agar hasil penelitian dapat dikembangkan hingga menghasilkan produk atau solusi yang dapat dimanfaatkan secara luas.
“Penguatan ekosistem inovasi membutuhkan sinergi erat antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha melalui konsep Triple Helix,” jelasnya.
Menurut Adde Rosi, dukungan kebijakan dan akses pendanaan penelitian yang tepat sasaran juga menjadi bagian penting dalam mendorong lahirnya inovasi dari perguruan tinggi.
Dengan dukungan tersebut, para inovator lokal diharapkan mampu mengembangkan produk yang memiliki daya saing, termasuk produk yang dapat menjadi substitusi impor sekaligus membuka peluang ekonomi dan lapangan kerja baru.
Melalui workshop tersebut, diharapkan dapat disusun peta jalan hilirisasi riset yang lebih terstruktur dan berdaya saing. Langkah itu dinilai penting untuk memperkuat pemanfaatan hasil riset sekaligus mendukung pengembangan kemandirian teknologi nasional. (Daday)







