SERANG — Pondok Pesantren (Ponpes) Al Muhaimin, Cipocok, Kota Serang, menggelar kegiatan Latihan Ketahanan Mental dan Disiplin Santri (LKMDS) berbasis retreat ala semi-militer selama dua hari, Selasa–Rabu, 11–12 Agustus 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka menyambut Milad ke-5 Ponpes Al Muhaimin ini melibatkan personel Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat sebagai instruktur pelatihan.
Sekretaris Ponpes Al Muhaimin, Rohmul Firdaus, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membentuk karakter santri yang disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki jiwa kepemimpinan.
“Kami sengaja mengundang Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat untuk melatih kepemimpinan dan kedisiplinan santri. Harapannya, mereka bisa tumbuh menjadi pemimpin yang berkarakter,” ujar Rohmul di sela-sela kegiatan, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan diawali dengan apel pembukaan pada pukul 07.00 WIB. Selama dua hari, para santri dibekali dengan delapan materi utama yang dibagi secara seimbang antara kegiatan di dalam dan di luar kelas.
Materi dalam kelas meliputi kedisiplinan, kepemimpinan, character building, dan tanggung jawab. Sementara kegiatan luar kelas mencakup Latihan Keterampilan Baris-Berbaris (LKBB), tata cara apel, kedisiplinan waktu, pelaksanaan salat berjamaah, hingga makan bersama dengan aturan ala militer.
Meski menerapkan pola pembinaan yang tegas, Rohmul menegaskan bahwa pelaksanaan kegiatan tetap memperhatikan kondisi fisik dan kenyamanan santri.
“Prinsip kami di pesantren ini adalah ‘Pesantren Rasa Rumah’. Meskipun kedisiplinan digembleng dengan tegas, tidak ada kekerasan fisik dan tetap menyesuaikan situasi. Contohnya saat makan siang tadi, karena cuaca panas, lokasi dipindahkan dari tengah lapangan ke depan kelas,” jelasnya.
Rangkaian kegiatan LKMDS ini dijadwalkan berakhir pada Rabu besok. Setelah pelatihan ini usai, Ponpes Al Muhaimin akan melanjutkan agenda peringatan milad dengan kegiatan bakti sosial, yakni penyaluran bantuan sembako oleh para santri pengurus kepada masyarakat di lingkungan sekitar pesantren.
Sementara itu 2 anggota TNI yang melatih yaitu Babinsa Kelurahan Karundang, Sertu Asep Imanulhakim, dan Babinsa Penancangan, Sertu Susilo, memberikan pelatihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB) kepada para santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Muhaimin, Cipocok, Kota Serang.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Latihan Ketahanan Mental dan Disiplin Santri (LKMDS).
Dalam arahannya di lapangan, Sertu Asep Imanulhakim menegaskan bahwa latihan PBB tidak sekadar gerakan fisik, melainkan sarana untuk membentuk mental dan karakter para santri.
“Hari ini pelajarannya adalah PBB, Peraturan Baris-Berbaris. Untuk apa? Satu, melatih ketahanan fisik. Dua, melatih kedisiplinan. Tiga, melatih kekompakan,” tegas Sertu Asep di hadapan para santri.
Ia menjelaskan bahwa ketahanan fisik sangat penting agar para santri mampu menghadapi berbagai kondisi cuaca. Selain itu, kedisiplinan dan kekompakan menjadi kunci utama keselarasan dalam PBB, yang juga ditunjang oleh konsentrasi tinggi saat menerima aba-aba instruktur.
Dalam sesi tersebut, Sertu Asep bersama Sertu Susilo turut memberikan contoh peragaan langsung materi dasar PBB, mulai dari sikap sempurna, sikap istirahat, hingga tata cara aba-aba peringatan dan pelaksanaan. Para santri juga dibekali pemahaman mengenai penerapan aba-aba dalam forum upacara resmi.
Sertu Asep juga memotivasi para santri agar tidak ragu untuk bertanya selama masa pelatihan yang berlangsung singkat tersebut.
“Saya minta apa yang disampaikan tolong dipahami. Kalau tidak ada yang ngerti, kurang paham, sampaikan. Jangan malu. Saya acungkan jempol untuk yang berani bertanya,” pungkasnya. (Yogi)







