BPBD Lebak Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Puncak Musim Kemarau

oleh
Caption: Kekeringan pada musim kemarau
Caption: Kekeringan pada musim kemarau

FAJARBANTEN.CO.ID- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada Juli hingga Agustus 2026.

Kepala BPBD Kabupaten Lebak, Sukanta, mengatakan kondisi di lapangan masih terkendali. Meski demikian, pihaknya tetap melakukan langkah antisipatif karena Kabupaten Lebak merupakan salah satu daerah yang berpotensi mengalami kekeringan setiap musim kemarau.

“Kami akan selalu tetap siaga karena puncak musim kemarau diprediksi berlangsung pada Juli hingga Agustus,” kata Sukanta.

Baca Juga  Terkait Video Bagikan Uang, Ternyata Calon Bupati Pandeglang Sedang Memberikan Santunan kepada Anak Yatim dan Dhuafa

Sebagai upaya mitigasi, BPBD telah memetakan 90 desa di 23 kecamatan yang masuk kategori rawan kekeringan. Pemetaan tersebut menjadi dasar percepatan penanganan apabila dampak musim kemarau mulai dirasakan masyarakat.

Selain itu, BPBD menyiapkan tiga unit mobil tangki air bersih dan lima unit toren yang siap digunakan untuk mendistribusikan bantuan air bersih ke wilayah terdampak.

“Kami sudah menyiapkan armada beserta sarana pendukung lainnya. Jika ada laporan dari daerah yang membutuhkan bantuan air bersih, petugas akan segera turun melakukan asesmen dan menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Baca Juga  Staf Ahli Bidang Sosial Apresiasi Sarana Prasarana Pembinaan Lapas Serang

BPBD juga menghimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang umumnya meningkat pada musim kemarau akibat kondisi vegetasi yang mengering. Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan maupun membakar sampah secara sembarangan.

Di sisi lain, pemerintah desa diminta terus memantau kondisi warganya selama musim kemarau. Apabila mulai ditemukan warga yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih, laporan diharapkan segera disampaikan kepada pemerintah kecamatan maupun BPBD agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat.

Baca Juga  Liga Yooscout Regional Tangerang 2026 Resmi Bergulir, Jadi Ajang Unjuk Bakat Pesepak Bola Muda

“Kami berharap koordinasi antara pemerintah desa, kecamatan, dan BPBD tetap berjalan baik. Dengan laporan yang cepat, penanganan dapat dilakukan lebih dini sehingga dampak kekeringan terhadap masyarakat bisa diminimalkan,” pungkas Sukanta. (Ajat)