Kasus Hilangnya Obat Jenis Psikotropika, Wabup Iing Bakal Panggil Dirut RSUD Aulia

oleh
Caption: Wakil Bupati Pandeglang Iing Andri Supriadi usai menghadiri acara kunjungan Menteri Koperasi di Yayasan Anwarul Hidayah, Kecamatan Menes.
Caption: Wakil Bupati Pandeglang Iing Andri Supriadi usai menghadiri acara kunjungan Menteri Koperasi di Yayasan Anwarul Hidayah, Kecamatan Menes.

FAJARBANTEN.CO.ID – Wakil Bupati Pandeglang, Iing Andri Supriadi, memastikan akan segera memanggil Direktur RSUD Aulia menyusul mencuatnya dugaan hilangnya ratusan obat ampul dan injeksi jenis psikotropika di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.

Iing mengaku baru mengetahui informasi dugaan kehilangan obat itu dari pemberitaan media. Karena itu, ia akan meminta penjelasan langsung kepada manajemen RSUD Aulia untuk mengetahui secara rinci kronologi, penyebab, hingga besaran kerugian yang ditimbulkan.

“Iya tentu terkait kehilangan obat di Aulia ini nanti coba akan saya cek ya karena saya belum tahu secara pasti informasinya, baru hari ini saya mendapatkan informasi dari teman-teman media. Kalau betul ada kehilangan obat di Rumah Sakit Aulia ini tentu harus ditelusuri,”ungkap Iing usai menghadiri acara kunjungan Menteri Koperasi di Yayasan Anwarul Hidayah, Kecamatan Menes, Senin 29 Juni 2026.

Baca Juga  ParagonCorp Hadirkan “Terang dari Hati”: Ruang Aspirasi Perempuan untuk Masa Depan Indonesia

Menurutnya, dugaan hilangnya obat tersebut harus ditelusuri secara menyeluruh agar diketahui apakah disebabkan oleh kelalaian atau faktor lainnya. Hasil penelusuran itu nantinya akan menjadi bahan evaluasi bagi Pemerintah Kabupaten Pandeglang.

“Di-tracking apa namanya kehilangan ini diakibatkan oleh apa? Apakah diakibatkan oleh kelalaian atau diakibatkan oleh hal-hal lain? Ya tentu ini akan menjadi bahan evaluasi buat kita,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Iing memastikan akan berkoordinasi sekaligus memanggil Direktur RSUD Aulia untuk memperoleh penjelasan secara detail mengenai persoalan tersebut.

“Nanti pasti akan saya koordinasikan dengan Direktur Rumah Sakit Aulia ya untuk mengetahui secara detail persoalannya seperti apa,” ucapnya.

Terkait laporan kehilangan obat yang kini ditangani kepolisian, Iing menyatakan Pemerintah Kabupaten Pandeglang mendukung penuh proses penyelidikan agar penyebab dan pihak yang bertanggung jawab dapat segera terungkap. Selain itu, Inspektorat juga akan melakukan klarifikasi sebagai bagian dari evaluasi internal.

Baca Juga  Tri Lanjutkan Program Generasi Happy di Kota Serang: Inspirasi Gen Z untuk Berkarya di Dunia Digital

“Ya tentu kalau halnya untuk perbaikan, untuk hal-hal yang positif kami dorong, kami support dan tentu nanti juga ada pemanggilan dari Inspektorat,” katanya.

Ia menambahkan, proses klarifikasi internal diperlukan untuk mengetahui secara utuh duduk perkara dalam kasus tersebut.

“Ya secara internal di Kabupaten Pandeglang untuk bagaimana mengklarifikasi kaitan dengan kejadian-kejadian ini,” tuturnya.

Iing menegaskan, dirinya akan segera meminta penjelasan langsung kepada Direktur RSUD Aulia terkait kronologi dugaan kehilangan obat, penyebab kejadian, serta nilai kerugian yang ditimbulkan.

“Ya evaluasi sendiri, saya mungkin akan langsung menindaklanjuti ya dengan Direktur Rumah Sakit Aulia nanti supaya tahu betul kronologis kehilangan obatnya ini seperti apa, kejadiannya ini seperti apa dan kerugiannya berapa,” pungkasnya.

Baca Juga  Warga Banjar Antusias Sambut Operasi Pasar, Yang Diadakan Satgas Pangan Pandeglang

Sebelumnya diberitakan, penanganan kasus kehilangan sejumlah obat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aulia Pandeglang, yang dilaporkan ke Polsek Menes, terkesan mandek.

Pasalnya, sejak laporan dari pihak RSUD Aulia masuk pasa tanggal 4 Mei 2026 lalu, hingga saat ini belum terlihat perkembangan yang mengarah kepada terdua pelaku dalam penanganan kasus tersebut.

Kanit Reskrim Polsk Menes, IPDA Ade Kuswanto mengungkapkan, mengenai kasus kehilangan obat di RSUD Aulia, sudah ada laporan pada Mulan Mei 2026 lalu.

“Jenis obat yang sudah ramai itu jenis psikotropika yang sering di gunakan mau atau pasca operasi karena penghilang rasa sakit. Sebanyak kurang lebih 100 ampul (hasil audit),” ungkapnya kepada wartawan, Minggu 14 Juni 2026. (Asep)