Dari Pengembala Kambing hingga Bangku Kuliah Al-Azhar Mesir: Kisah Inspiratif Wahyu Abi Abna Surya

oleh

Fajarbanten.co.id – Provinsi Banten, khususnya Desa Bojong Rangkas Bitung, Kabupaten Lebak, kembali memiliki generasi muda yang berbakat dari dunia pendidikan yang membuat bangga keluarganya.

Wahyu Abi Abna Surya, seorang pemuda asal Kampung Bojong, Rangkas Bitung, telah membuktikan bahwa tekad dan doa dapat mengubah hidup. Dari seorang anak pengembala kambing, Wahyu berhasil menyelesaikan kuliahnya di Universitas Al-Azhar, Mesir.

Wahyu menempuh pendidikan S1 di Fakultas Ushuluddin, Jurusan Tafsir, Al-Azhar Mesir. Perjalanannya tidaklah mudah, ia menghabiskan 4 tahun lebih di Mesir, ditambah 1 tahun Dauroh Lugoh untuk mempersiapkan diri masuk kuliah di Mesir.

Baca Juga  Revisi UU Sisdiknas 2003: Mendesak untuk Menjawab Tantangan Digital dan Mutu Pendidikan Tinggi

Ayah Wahyu, H. Solihin, yang hanya merupakan seorang pengembala kambing, telah memberikan dukungan penuh kepada Wahyu untuk mengejar cita-citanya. Dengan tekad dan kekuatan doa, Wahyu berhasil mengatasi tantangan dan mencapai kesuksesannya.

Sang paman, Yoyon Sugianto, juga mengakui akan semantab dan prestasii Wahyu dari bangku sekolah dulu. menurutnya Wahyu anak yang tidak pernah menyerah dengan keadaan, khususnya keadaan keluarga.

Baca Juga  AHY Kumpulkan Semua Ketua Partai se-Indonesia, Awab: Kami Siap Gaspol Menangkan Demokrat

“Saya lihat Wahyu dari sekolah orangnya rajin dan tidak malu dengan kondisi keluarga.Dia membuktikan kepada keluarganya bahwa dia juga mampu bersaing dengan mahasiswa lain yang mungkin dari kondisi keluarga yang lebih mapan,” ceritanya saat ditemui akhir pekan ini.

Kisah Wahyu ini menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama bagi mereka yang berasal dari desa terpencil. Wahyu membuktikan bahwa dengan kerja keras dan doa, tidak ada yang tidak mungkint

Baca Juga  Kunjungi DPRD, Pengurus DPD KNPI Kota Tangerang Mendapat Wejangan Pimpinan Dewan

“Alhamdulillah saya berhasil lulus tepat waktu berkat doa dan dukungan keluarga khususnya orangtua. InshaAllah ilmu yang didapat bisa digunakan dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” pungkas Wahyu. (yogi)