Fajarbanten.co.id – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Pandeglang membuat sejumlah nelayan menghentikan aktivitas melaut. Kondisi ini telah berlangsung sekitar dua pekan dan berdampak pada pendapatan nelayan.
“Nggak bisa melaut karena cuaca ekstrem,” kata nelayan asal Kecamatan Sumur, Ruyadinata, Rabu 17 Desember 2025.
Ia mengatakan, selama cuaca ekstrem, penghasilan nelayan terhenti sehingga menyulitkan pemenuhan kebutuhan keluarga.
“Dampaknya susah buat menutupi kebutuhan sehari-hari,” katanya.
Ruyadinata menuturkan, jika cuaca ekstrem berlangsung lebih lama, nelayan kemungkinan tetap akan melaut meski berisiko.
“Bisa maksa kelaut,” katanya.
Sementara itu Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pandeglang, Uun Junandar, membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebut banyak nelayan tidak melaut akibat cuaca ekstrem.
“Iya bener banyak nelayan yang nggak melaut karena cuaca lagi ekstrem,” katanya, saat dihubungi melalui seluler.
Uun menjelaskan, sebagai bentuk perhatian, pemerintah telah menyalurkan bantuan beras kepada nelayan terdampak.
“Upaya-upayanya kemarin kami sudah bagikan bantuan dari provinsi Banten berupa beras 10 kilogram untuk nelayan,” katanya.
Meski demikian, Uun mengakui bantuan belum menjangkau seluruh nelayan.
“Memang belum tercover semua karena kita kan dapat bantuannya nggak semua dari provinsi juga. Cuman kabupaten Pandeglang yang paling besar,” ucapnya.
Ia mengimbau nelayan agar mengutamakan keselamatan dengan tidak melaut saat cuaca ekstrem.
“Untuk surat imbauan nanti kita buatkan di medsos dan kita bagikan juga ke tiap-tiap TPI surat imbaunnya,” pungkasnya. (Asep)







