Gedung Disegel Ahli Waris, Ratusan Murid SDN 1 Gerendong Pandeglang Terhambat Belajar

oleh
Caption : SDN 1 Gerendong,Kecamatan Koroncong, Kabupaten Pandeglang yang di segel ahli waris.
Caption : SDN 1 Gerendong,Kecamatan Koroncong, Kabupaten Pandeglang yang di segel ahli waris.

Fajarbanten.co.id – Aktivitas belajar mengajar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Gerendong, Kecamatan Koroncong, Kabupaten Pandeglang, Banten, terhenti setelah gedung sekolah tersebut disegel oleh pihak ahli waris. Sebanyak 188 murid terpaksa tidak bisa masuk ke sekolah dan hanya berkumpul di luar gerbang.

Pantauan di lokasi, sejak pagi ratusan murid hanya bisa berkumpul di luar sekolah. Spanduk bertuliskan “tanah ini milik ahli waris H. Isa bin Sumatri” terpasang jelas di pintu gerbang sekolah yang digembok oleh salah satu anak ahli waris.

Pihak sekolah berupaya meredam situasi dengan mengarahkan murid ke rumah warga di sekitar sekolah. Para guru mengajak murid bersalawat sembari menunggu kejelasan nasib kegiatan belajar mengajar.

Kepala SDN 1 Gerendong, Karniti, menyebut persoalan status tanah sekolah telah lama menjadi pembahasan dan sudah beberapa kali dimediasi. Hasilnya pun telah disampaikan ke Pemda Pandeglang.

“Sudah ada kumpul-kumpul (rapat), bahkan sudah beberapa kali namun ini mungkin antara ahli waris dengan pihak pemerintah. Katanya ada bukti jual beli dari pemilik lama pak H. Ujang sama ahli waris. Itulah, kami ini tidak ada bukti hibah atau gimana pas tahunya tanah ini jual beli antara Haji Isa dengan Haji Ujang,”ungkap Karniti, Senin 19 Januari 2026.

Menurutnya, sekolah masih berupaya membuka jalur komunikasi dengan ahli waris agar kegiatan belajar dapat berjalan meski sementara. Opsi pemindahan murid ke lokasi alternatif juga tengah dipertimbangkan.

“Kami masih berupaya karena kasihan kalau diliburkan. Kalau ini masih disegel, kami dengan pak Kades akan berinsiatif dipindahkan sementara mungkin ke madrasah atau ke Gedung PGRI,”katanya.

“Belajar di rumah warga Itu untuk mengisi kekosongan saja karena kasian anak-anak, nanti kena mental anak-anak,” sambungnya.

Ia berharap ,masalah ini cepat bisa diselesaikan dan menghasilkan solusi yang terbaik agar nasib ratusan murid tidak terbengkalai. “Mudah-mudahan cepat terselesaikan karena kasihan sama anak-anak,”imbuhnya. (Asep)