FAJARBANTEN.CO.ID – Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan yang berwawasan lingkungan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Optimalisasi Aktivitas Luar Kelas di Pesisir Pantai dalam Upaya Mendukung Konservasi Lingkungan yang Berkelanjutan.” Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon serta Ikatan Guru Olahraga Nasional (IGORNAS) Kota Cilegon.
Pelaksanaan kegiatan diikuti oleh 60 guru olahraga yang tergabung dalam IGORNAS Kota Cilegon. Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai penerapan aktivitas pembelajaran luar kelas (outdoor learning) yang memanfaatkan kawasan pesisir pantai sebagai media edukasi, sekaligus sebagai sarana menanamkan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan kepada peserta didik.
Ketua Tim PKM, Prof. Dr. Sri Nuraini, M.Pd., yang merupakan Guru Besar dan ahli dalam bidang permainan modifikasi, menjelaskan bahwa pembelajaran di luar kelas memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna karena peserta didik dapat berinteraksi secara langsung dengan lingkungan alam.
Menurut beliau, kawasan pesisir memiliki potensi besar sebagai laboratorium pembelajaran yang mampu mengintegrasikan aktivitas fisik, permainan edukatif, pendidikan lingkungan, serta penguatan karakter siswa. Melalui pendekatan permainan modifikasi, proses pembelajaran menjadi lebih menyenangkan, aktif, dan mampu meningkatkan kesadaran peserta didik terhadap pentingnya menjaga kelestarian ekosistem pantai.
Tim pengabdian juga diperkuat oleh Dr. Hartman Nugraha, M.Pd., Dr. Masnur Ali, M.Pd., dan Dzulfikar, S.T., M.Or. yang memberikan materi mengenai desain aktivitas luar kelas, pengembangan permainan edukatif berbasis lingkungan, manajemen pembelajaran di kawasan pesisir, serta implementasi pendidikan konservasi dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK).
Kegiatan ini mendapat sambutan yang sangat baik dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon. Dalam sambutannya, perwakilan dinas menyampaikan apresiasi kepada Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Jakarta yang telah menghadirkan program pelatihan yang relevan dengan kebutuhan guru olahraga di era pembelajaran kontekstual.
“Diharapkan guru olahraga mampu mengembangkan proses pembelajaran yang tidak hanya meningkatkan kebugaran jasmani siswa, tetapi juga membangun karakter peduli lingkungan melalui aktivitas fisik yang dilaksanakan di alam terbuka,” ujar perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon.
Selama pelaksanaan kegiatan, para peserta terlihat antusias mengikuti sesi pemaparan materi, diskusi, hingga praktik penyusunan model aktivitas luar kelas yang mengintegrasikan unsur permainan, olahraga, dan konservasi lingkungan. Berbagai contoh permainan modifikasi berbasis pesisir diperkenalkan sebagai alternatif pembelajaran yang aman, menarik, dan mudah diterapkan di sekolah.
Ketua IGORNAS Kota Cilegon mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut karena memberikan wawasan baru bagi para guru olahraga dalam merancang pembelajaran yang inovatif dan berbasis potensi daerah. Menurutnya, kawasan pesisir Kota Cilegon dapat menjadi sumber belajar yang efektif apabila dimanfaatkan secara tepat melalui pendekatan pendidikan yang berorientasi pada pelestarian lingkungan.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, diharapkan seluruh guru olahraga peserta pelatihan dapat mengimplementasikan hasil pelatihan di sekolah masing-masing. Aktivitas luar kelas berbasis pesisir diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran PJOK, tetapi juga menumbuhkan kepedulian siswa terhadap kebersihan pantai, pelestarian ekosistem pesisir, serta pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud sinergi antara Universitas Negeri Jakarta, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon, serta IGORNAS Kota Cilegon dalam mendukung terciptanya pendidikan yang inovatif, berkarakter, dan berorientasi pada pelestarian lingkungan demi mewujudkan generasi muda yang sehat, aktif, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap keberlanjutan ekosistem pesisir. (Bad)
