DKBPPPA Kabupaten Serang Gencarkan MBG 3B untuk Tekan Stunting, Luncurkan Inovasi ‘Lapor Gizi 3B’

oleh

FAJARBANTEN.CO.ID- Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DKBPPPA) Kabupaten Serang melalui Bidang Keluarga Berencana (KB) terus menggencarkan upaya percepatan penurunan angka stunting. Salah satunya melalui program Makanan Bergizi Gratis (MBG) 3B yang menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.

Selain fokus pada intervensi pemenuhan gizi masyarakat, DKBPPPA Kabupaten Serang juga meluncurkan inovasi layanan pengaduan dan pengawasan program bertajuk “Lapor Gizi 3B”. Inovasi tersebut menjadi kanal pelaporan terkait kualitas menu, ketepatan sasaran penerima manfaat, hingga distribusi program MBG 3B di lapangan.

Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia terkait program prioritas pemenuhan gizi nasional, sekaligus mendukung komitmen Pemerintah Kabupaten Serang dalam mewujudkan generasi emas 2045 yang bebas stunting.

Kepala Bidang KB DKBPPPA Kabupaten Serang sekaligus inovator layanan “Lapor Gizi 3B”, Iis Isnawati, S.ST., M.Kes., mengatakan keberhasilan program MBG 3B sangat bergantung pada kualitas dan ketepatan distribusi makanan bergizi kepada kelompok sasaran.

“Sesuai arahan Bapak Presiden dan Ibu Bupati Serang, prioritas utama kami adalah memastikan setiap anak dan kelompok sasaran memperoleh asupan gizi yang optimal dan tepat sasaran. Program MBG 3B dirancang sebagai langkah nyata untuk menekan angka stunting di Kabupaten Serang,” ujarnya.

Menurut Iis, inovasi “Lapor Gizi 3B” juga hadir untuk memberikan ruang pengawasan masyarakat sekaligus menangkal informasi yang belum jelas kebenarannya terkait program MBG 3B.

Ia menjelaskan, pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat maupun dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ada di Kabupaten Serang. Program tersebut mulai dirancang sejak Januari 2026 dan mulai berjalan pada Februari 2026.

“Masyarakat dapat melaporkan apabila ditemukan ketidaksesuaian menu maupun penerima manfaat yang tidak tepat sasaran melalui kanal yang sudah kami sosialisasikan. Kami juga menempelkan barcode ‘Lapor Gizi 3B’ di posyandu dan titik distribusi MBG 3B,” katanya.

Saat ini, layanan tersebut sudah diterapkan di sejumlah wilayah, seperti Kramatwatu, Cikeusal, dan Pematang Kragilan. Menurutnya, berbagai masukan dan pengaduan masyarakat juga mulai diterima melalui pemindaian barcode yang tersedia di lokasi distribusi.

Pengawasan Kualitas Menu MBG

Melalui program “Lapor Gizi 3B”, DKBPPPA Kabupaten Serang membuka ruang pelaporan, pemantauan, dan evaluasi terhadap variasi serta kelayakan menu MBG yang diterima masyarakat.

Iis menjelaskan, menu MBG 3B disusun berdasarkan standar gizi seimbang yang mencakup karbohidrat, protein, sayur, dan buah-buahan, serta disesuaikan dengan kearifan lokal dan rekomendasi ahli gizi.

“Melalui inovasi ini, masyarakat maupun tim pendamping di lapangan dapat melaporkan langsung kondisi menu MBG yang diterima, mulai dari kesesuaian standar gizi, variasi menu, hingga distribusinya. Kami ingin memastikan kualitas menu tetap terjaga,” tambahnya.

Dorong Kabupaten Serang Bebas Stunting

Program MBG 3B dan inovasi “Lapor Gizi 3B” diharapkan menjadi penguat dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Serang. (yogi)

DKBPPPA Kabupaten Serang juga terus bersinergi dengan Tim Pendamping Keluarga (TPK), Tim Penggerak Desa, kader Posyandu, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk melakukan pengawasan dan pendampingan secara berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Serang berharap, melalui pengawasan ketat dan partisipasi aktif masyarakat, pemenuhan gizi anak-anak di Kabupaten Serang dapat terpenuhi secara merata demi mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045 serta Asta Cita Presiden Republik Indonesia. (Yogi)