SUN Energy Rayakan Capaian 200 MW Kapasitas Terpasang di Proyek PT LamiPak Indonesia

oleh
Anton Hui Managing Director LamiPak Indonesia (tengah) bersama Emmanuel Jefferson CEO SUN Energy (kanan).
Anton Hui Managing Director LamiPak Indonesia (tengah) bersama Emmanuel Jefferson CEO SUN Energy (kanan).

fajarbanten.co. id – SUN Energy, pengembang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atau Solar Panel komersial dan industri (C&I) terdepan di Indonesia, resmi mengukuhkan posisinya sebagai developer PLTS Atap nomor satu di Indonesia setelah
mencapai tonggak penting 200 MW kapasitas terpasang sejak berdiri pada 2016.

Pencapaian ini dirayakan di fasilitas PT Lami Packaging Indonesia (LamiPak) di Cikande, Serang, Banten, salah satu proyek PLTS Atap terbesar di industri aseptic packaging dengan total kapasitas 5,33 MW.

Hingga pertengahan 2025, SUN Energy telah membangun lebih dari 300 proyek PLTS Atap di 20 provinsi, melayani lebih dari 50 sektor industri mulai dari Fast Moving Consumer Goods atau FMCG (5,5%), otomotif (2,8%), makanan & minuman (5,2%), hingga pertambangan (6,2%). Portofolio klien SUN Energy mencakup nama-nama besar seperti
Unilever, Avian, Ajinomoto, Astra Group, dan kini LamiPak.

Total kapasitas 200 MW PLTS yang telah dikembangkan SUN Energy diperkirakan menghasilkan lebih dari 295 juta kWh energi bersih per tahun dan menekan emisi karbon hingga 228 ribu ton CO₂ per tahun, setara dengan penanaman lebih dari 3,1 juta pohon.
“Sejak awal berdiri, visi kami adalah menjadikan SUN Energy sebagai mitra utama industri dalam transisi energi. Dengan pencapaian 200 MW kapasitas terpasang, kami resmi mengukuhkan diri sebagai developer PLTS Atap nomor satu di Indonesia. Namun capaian ini bukan garis akhir, melainkan titik tolak transformasi kami. SUN Energy kini
bergerak melampaui Solar-as-a-Service, memperluas peran menjadi Sustainability-as-a-Service, menghadirkan solusi berkelanjutan yang mencakup energi surya, penyimpanan energi, solusi elektrifikasi armada (fleet-as-a-service) dan ekosistem kendaraan listrik, hingga pengelolaan air. Kami ingin memastikan transisi energi tidak hanya
meningkatkan daya saing bisnis, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat luas,” ungkap Emmanuel Jefferson Kuesar, CEO SUN Energy.

Salah satu kontribusi penting terhadap capaian SUN Energy datang dari LamiPak Indonesia, yang sejak 2024 memulai transformasi energi bersih bersama SUN Energy melalui
pembangunan PLTS Atap fase pertama berkapasitas 2,8 MWp. Keberhasilan itu mendorong realisasi fase kedua sebesar 2,4 MWp, sehingga kapasitas total kini mencapai 5,33 MWp.
Instalasi solar panel ini diproyeksikan menghasilkan 7.1 GWh energi bersih dan menekan emisi karbon hingga 5.645 ton CO₂, setara dengan penanaman 91.130 pohon.

Sebagai produsen aseptic packaging, LamiPak berdiri di garis depan industri dengan standar tinggi pada inovasi dan kualitas. Perusahaan kemasan aseptik pertama di Indonesia ini melayani pasar nasional maupun internasional dengan produk yang menjamin integritas, keamanan, dan higenitas pangan. Komitmen pada keberlanjutan menjadi bagian penting dari strategi bisnis global LamiPak, sehingga investasi pada PLTS Atap di pabrik barunya di Cikande sejalan dengan upaya perusahaan menghadirkan solusi berdaya saing sekaligus
ramah lingkungan.

“Bagi LamiPak, investasi PLTS Atap adalah langkah strategis untuk mencapai Zero Nett Carbon Roadmap 2050 serta sekaligus memastikan pertumbuhan bisnis sejalan dengan
tanggung jawab lingkungan. Portofolio ini menegaskan bahwa energi bersih (ramah lingkungan) dapat berjalan beriringan dengan standar industri internasional,” ujar Anton Hui,
Managing Director LamiPak Indonesia.

SUN Energy menegaskan bahwa pencapaian ini bukan akhir, melainkan awal babak baru dalam menghadirkan nilai lebih bagi mitra industri. Ke depan, SUN Energy akan memperluas kontribusi dengan:
1. Teknologi & Efisiensi
Integrasi sistem penyimpanan energi (BESS), inverter efisien, serta solusi monitoring digital untuk mendukung operasi industri 24/7.

2. Ekosistem Terintegrasi
Didukung SUN Group, selain menyediakan solusi sistem energi surya (SUN Energy), dengan diversifikasi bisnis SUN menawarkan layanan komprehensif menuju transisi
industri hijau melalui teknologi dan komponen sistem energi surya, serta efisiensi energi (SUN Terra), solusi elektrifikasi armada (fleet-as-a-service) dan ekosistem kendaraan listrik (SUN Mobility), dan teknologi pengelolaan air berkelanjutan (NIRA).

3. Komitmen ESG
SUN RISE University Series di ITERA, Lampung
Melalui pilar SUNSHINE (Environmental), SUN RISE (Social), dan SUN RAY (Governance), perusahaan mendorong dekarbonisasi industri, edukasi publik, serta penerapan standar HSE dan tata kelola terbaik. SUNSHINE berfokus pada dekarbonisasi industri lewat PLTS dan implementasi teknologi ramah lingkungan seperti inverter efisien dan Battery Energy Storage System (BESS). SUN RISE telah menjangkau lebih dari 40.000 peserta melalui edukasi energi terbarukan.

Sementara itu, SUNRAY menegakkan prinsip Good Corporate Governance (GCG), standar Health, Safety & Environment (HSE), yang tercermin dari 3 sertifikasi HSE dan penyusunan laporan keberlanjutan perusahaan.
Dengan fondasi tersebut, SUN Energy berada pada posisi strategis untuk mempercepat transisi energi dan mendukung lebih banyak industri menuju masa depan hijau dan berdaya
saing global. Terutama, SUN Energy siap mendorong percepatan implementasi industri hijau
sekaligus menjadi pilar transisi energi nasional menuju Net Zero Emissions 2060. (*/yogi)