FAJARBANTEN.CO.ID – Pada Kamis,26 Februari 2026, Himpunan Mahasiswa Gunungkencana (HIMAGUNA) secara terbuka memberikan “Rapor Merah” terhadap kinerja Anggota DPRD Kabupaten Lebak, khususnya dari Daerah Pemilihan (Dapil) 6. HIMAGUNA menilai para wakil rakyat yang seharusnya menjadi penyambung lidah masyarakat justru terlihat “mati suri” dan kehilangan taji dalam mengawasi berbagai persoalan krusial yang menyiksa warga di wilayah Gunungkencana dan sekitarnya.
Ketua Umum HIMAGUNA, Pahru roji, menyatakan kekecewaan mendalam atas absennya peran DPRD dalam lima persoalan fundamental yang hingga kini dibiarkan berlarut-larut tanpa solusi konkret.
Pertama, pembiaran galian tambang Ilegal, DPRD Dapil 6 seolah menutup mata terhadap menjamurnya aktivitas tambang ilegal yang merusak ekosistem. Tidak adanya tindakan pengawasan yang tegas membuktikan bahwa fungsi kontrol legislatif telah lumpuh di hadapan para mafia tambang.
Kedua, skandal truk overtonase (ODOL) yang menghancurkan jalan fakta di lapangan menunjukkan jalan raya yang memiliki kapasitas maksimal 8 ton terus dihantam oleh truk-truk muatan ekstrem yang jauh melebihi tonase aturan. Akibatnya, infrastruktur jalan yang dibangun dari keringat pajak rakyat hancur dalam waktu singkat.
Ketiga jam operasional truk yang mengancam nyawa, aturan jam operasional truk galian C yang melintas di jam sibuk warga dan anak sekolah tidak pernah ditegaskan. HIMAGUNA menilai DPRD gagal menekan eksekutif untuk melakukan penertiban, sehingga masyarakat harus bertaruh nyawa setiap hari di tengah kepungan debu dan truk raksasa.
Selanjutnya, darurat sampah tanpa solusi.
Permasalahan sampah yang menumpuk dan tidak terkelola dengan baik di wilayah Dapil 6 mencerminkan kegagalan koordinasi antara DPRD dan Dinas terkait. Lingkungan pemukiman menjadi kumuh dan tidak sehat karena ketiadaan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Terakhir pengabaian pasca longsor Kampung Gunungbarat, tragedi tanah longsor di Kampung Gunungbarat, Desa Gunungkencana, hingga kini belum mendapatkan tindakan konkret yang tuntas. Rakyat yang terdampak seolah dibiarkan berjuang sendiri tanpa ada kebijakan proteksi atau bantuan pemulihan yang signifikan dari para wakil rakyatnya.
“Kami bertanya kepada para Anggota Dewan Dapil 6, apakah kalian masih bekerja untuk rakyat atau hanya duduk manis menunggu masa jabatan habis? Lima poin ini adalah bukti nyata bahwa kinerja kalian tidak kelihatan sama sekali,” tegas Pahru Roji.
Pahru menegaskan bahwa rilis ini adalah peringatan terakhir. Jika dalam waktu dekat tidak ada audiensi terbuka dan langkah nyata di lapangan, HIMAGUNA akan segera mengkonsolidasikan seluruh elemen masyarakat di Dapil 6 untuk melakukan aksi massa besar-besaran di Gedung DPRD Lebak. (Bad)
