LEBAK – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lebak, Banten, menyambangi kediaman Mansur Suryana, ayah dari wartawan ANTARA, M. Bagus Khoirunnas, di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Selasa (22/9/2026).
M. Bagus Khoirunnas merupakan salah satu dari lima jurnalis yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak saat menjalankan tugas peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.
Kunjungan jajaran PWI Lebak tersebut dilakukan sebagai bentuk solidaritas dan dukungan moral kepada keluarga M. Bagus Khoirunnas yang masih menghadapi situasi duka dan ketidakpastian.
Ketua PWI Kabupaten Lebak, RA Sudrajat, mengatakan kedatangan pengurus dan anggota PWI Lebak juga menjadi momentum untuk bersilaturahmi sekaligus mendengarkan langsung kondisi keluarga serta perkembangan informasi terkait penanganan peristiwa tersebut.
“Kami menyambangi kediaman orang tua M. Bagus Khoirunnas sebagai bentuk solidaritas sesama insan pers sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga yang masih menunggu informasi mengenai perkembangan M. Bagus Khoirunnas,” kata pria yang akrab disapa Ajat.
Menurutnya, PWI Lebak akan terus memberikan perhatian terhadap perkembangan informasi terkait M. Bagus Khoirunnas dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait berdasarkan informasi yang diterima.
Ajat juga mengajak keluarga untuk tetap kuat dan tabah menghadapi musibah yang terjadi. Ia menyampaikan doa agar keluarga diberikan kekuatan serta seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan peristiwa tersebut diberikan kemudahan.
“Kami berharap keluarga M. Bagus Khoirunnas tetap kuat dan tabah menghadapi situasi ini. Kami juga terus mendoakan yang terbaik bagi seluruh korban serta keluarga yang ditinggalkan,” ujarnya.
Dalam peristiwa tersebut, selain M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, terdapat empat jurnalis lainnya yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak, yakni Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews Media Group, Firman Daus dari Anadolu Agency, dan Donal Husni yang merupakan jurnalis foto lepas.
Sementara itu, Mansur Suryana menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian jajaran PWI Lebak yang datang langsung ke kediamannya.
“Kami bersyukur kepada PWI Lebak yang sudah datang dan memberikan dukungan kepada keluarga. Bagi kami, perhatian seperti ini sangat berarti,” ungkap Mansur.
Mansur mengatakan, meskipun proses pencarian telah dihentikan oleh tim terkait, pihak keluarga masih menyimpan harapan adanya perkembangan atau keajaiban sehingga seluruh korban dapat ditemukan.
“Walaupun proses pencarian sudah dihentikan, kami tetap berharap ada keajaiban. Kami juga terus berdoa agar seluruh korban dapat ditemukan,” katanya.
Mansur juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama hidup maupun menjalankan tugas terdapat kesalahan yang dilakukan putranya.
“Kami mohon maaf jika ada kesalahan anak kami, M. Bagus Khoirunnas. Semoga semua korban, baik lima jurnalis maupun tiga kru kapal, mendapatkan yang terbaik,” ujarnya.
Kunjungan jajaran PWI Lebak tersebut ditutup dengan doa bersama untuk keluarga M. Bagus Khoirunnas serta seluruh korban dan kru kapal yang terdampak peristiwa di perairan Selat Sunda. (Ajat)
