Pesantren Fest 2026 Resmi Ditutup, 55 Pesantren dan Ribuan Santri Meriahkan Banten Lama

oleh
Caption: Kadispar Banten Eli Susianti menutup gelaran Pesantren Fest 2026, Senin (4/5/2026) sore.
Caption: Kadispar Banten Eli Susianti menutup gelaran Pesantren Fest 2026, Senin (4/5/2026) sore.

FAJARBANTEN.CO.ID-Rangkaian Pesantren Fest 2026 di kawasan Banten Lama resmi ditutup setelah berlangsung selama dua hari dengan penuh semangat dan antusiasme tinggi.

Sebanyak 55 pondok pesantren turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Selama pelaksanaan, jumlah pengunjung tercatat lebih dari 3.500 orang, sementara 1.500 santri ambil bagian dalam kegiatan Jalan Santri Sarungan yang menjadi salah satu agenda unggulan.

Pada hari terakhir diis berbagai kegiatan salah satunya talkshow inspirasi bersama alumni pondok pesantren yang sukses di bidangnya seperti Apoy & Paang santri sukses jadi musisi (Wali Band) serta Robinsar santri sukses jadi Walikota Cilegon.

Penutupan juga dihadiri oleh Ketua Ikatan Keluarga Pondok Daar El Qolam (IKPDQ) sekaligus Wakil Ketua DPRD Eko Susilo, Dewan Pembina IKPDQ KH. Odhi Rosyikhuddin, Ketua presidium FSPP banten Dr. H. Fadlulloh dan Ketua IKPM Banten Dr. KH Soleh Rosyad.

Ketua Ikatan Keluarga Pondok Modern Banten, Dr. KH Soleh Rosyad, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata peran santri dalam membangun peradaban.

“Organisasi ini resmi di bawah Gontor. Kegiatan ini dari, oleh, dan untuk santri. Santri Banten untuk Indonesia, untuk membangun peradaban dunia,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Presidium Forum Silaturahmi Pondok Pesantren Banten, Dr. H. Fadlulloh, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan festival yang untuk pertama kalinya digelar tersebut.

“Alhamdulillah, festival pesantren sudah selesai. Ini yang pertama dan harus terus berlanjut,” katanya.

Ia menekankan bahwa pesantren merupakan model pendidikan asli Nusantara yang telah terbukti melahirkan generasi unggul. Menurutnya, konsep pendidikan berbasis asrama, penguatan spiritual, dan kepemimpinan yang kini banyak digaungkan, sejatinya telah lama diterapkan di pondok pesantren.

“Di pesantren diajarkan kepemimpinan, keterampilan, hingga kesiapan menjadi bagian dari masyarakat maupun negara. Lulusan pesantren itu fleksibel—siap menjadi pemimpin umat, masuk ke pemerintahan, maupun menjadi pendidik,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa kurikulum seperti Kulliyatul Mu’allimin menjadi fondasi penting dalam mencetak kader guru dan pendidik berkarakter pesantren.

“Bersama para kyai, Banten harus bangkit untuk mewujudkan kemaslahatan umat,” tambahnya.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Eli Susianti, yang hadir mewakili Gubernur Banten, turut memberikan apresiasi atas suksesnya kegiatan tersebut.

Ia menyampaikan permohonan maaf dari Gubernur Banten yang berhalangan hadir karena kondisi kesehatan. Meski demikian, pemerintah provinsi tetap memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini.

“Selama dua hari ini kita hadir di acara ini dan melihat semangat adik-adik santri yang luar biasa, tidak surut meski dalam berbagai kondisi,” ujarnya.

Eli juga mengapresiasi kerja keras panitia serta seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan acara.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Banten, kami mengapresiasi seluruh panitia. Keramaian yang tetap berlandaskan nilai-nilai keagamaan telah kita hadirkan selama dua hari ini,” katanya.

Dengan berakhirnya Pesantren Fest 2026, diharapkan kegiatan ini dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang sebagai wadah penguatan peran pesantren sekaligus promosi wisata religi di Banten. (Yogi)