Pertumbuhan Ekonomi Banten Tembus 5,49 Persen pada Triwulan II 2026, Masuk 5 Besar Nasional

oleh 3 views

​SERANG – Perekonomian Provinsi Banten kembali menunjukkan daya tahan yang amat kuat di tengah eskalasi ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global. Pada triwulan II 2026, Provinsi Banten berhasil mencatatkan laju pertumbuhan ekonomi sebesar 5,49 persen secara tahunan (year on year/yoy). Performa impresif ini secara langsung mengantarkan Banten masuk ke dalam jajaran lima besar provinsi dengan tingkat pertumbuhan ekonomi tertinggi di seluruh Indonesia.

​Capaian strategis tersebut dipaparkan secara rinci dalam agenda Taklimat Media Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Banten yang bertempat di Kota Serang, Jumat (7/8/2026).

​Kepala KPw Bank Indonesia Provinsi Banten, Sofwan Kurnia, menegaskan bahwa pencapaian ini membuktikan ketahanan fondasi ekonomi daerah.

Menurut Sofwan, di saat dunia dibayangi perlambatan pertumbuhan dan gejolak geopolitik, Banten mampu menjaga ritme ekspansi ekonominya berkat kolaborasi lintas sektor yang berjalan baik.

​Sofwan menyoroti pentingnya peran sinergis antara pemerintah daerah, pelaku usaha, perbankan, serta insan pers. Media massa dinilai memiliki posisi sangat vital dalam membentuk persepsi publik dan membangun kepercayaan calon investor. Pemberitaan yang objektif, konstruktif, serta berbasis pada argumentasi para ahli dan akademisi akan menjadi acuan penting bagi pengambilan keputusan investasi maupun perumusan kebijakan publik.

​Di samping ketahanan makro, Bank Indonesia menggarisbawahi peran dominan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian.

Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Banten, Rawindra Ardiansah, menjelaskan bahwa UMKM menyumbang sekitar 50 hingga 55 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Banten. Dengan kata lain, dari total pertumbuhan 5,49 persen tersebut, sekitar tiga persen di antaranya secara langsung didorong oleh dinamika sektor UMKM.

​Untuk mempertahankan daya saing UMKM, BI Banten memperluas fokus pembinaan tidak hanya pada digitalisasi dan kapasitas usaha, melainkan juga integrasi prinsip Sustainable Development Goals (SDGs) dan ekonomi hijau. Penggunaan teknologi ramah lingkungan dan efisiensi produksi kini menjadi keharusan agar produk UMKM Banten mampu menembus pasar internasional.

​Dari aspek pembiayaan perbankan, sektor pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan menjadi penerima kredit UMKM terbesar dengan porsi 49 persen dari total penyaluran kredit. Kredit pada sektor pertanian ini tumbuh 15 persen (yoy) pada triwulan II 2026. Porsi pembiayaan selanjutnya disusul oleh sektor konstruksi sebesar 18 persen, industri pengolahan 9 persen, serta sektor keuangan dan real estat sebesar 5,4 persen.

​Sementara di ranah perdagangan digital (e-commerce), transaksi masyarakat Banten menunjukkan sinyal pemulihan (rebound).

Meskipun masih terkontraksi, tingkat penurunan transaksi e-commerce membaik dari minus 16,11 persen pada triwulan IV 2025 menjadi minus 9,95 persen pada triwulan I 2026. Produk fashion, kebutuhan rumah tangga, serta kosmetik dan perawatan kulit menjadi tiga kategori belanja digital teratas di Banten.

​Bank Indonesia optimistis, dengan konsistensi sinergi, digitalisasi, dan penguatan pembiayaan produktif, momentum pertumbuhan ekonomi Banten akan tetap terjaga solid hingga akhir tahun 2026. (Yogi)