BANTEN — Rencana investasi yang disampaikan Gubernur Banten terkait pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) di Tangerang Selatan mendapat sorotan dari politisi sekaligus aktivis Banten, Dimas Pradipta Suhada.
Dimas mempertanyakan fokus pengembangan investasi yang dinilai lebih banyak diarahkan ke Tangerang Selatan. Menurutnya, pemerintah provinsi juga perlu memperhatikan daerah lain yang masih membutuhkan dorongan investasi dan pembangunan, seperti Kota Serang, Kabupaten Serang, Lebak, dan Pandeglang.
“Kita tahu Tangsel itu sudah sejak lama menjadi daerah yang maju. Oleh sebab itu, seharusnya gubernur bisa menjaga kesenjangan antardaerah agar tidak terlalu jauh,” ujar Dimas, yang juga menjabat Wakil Sekretaris DPD PDI Perjuangan Banten.
Menurutnya, pembangunan ekonomi di tingkat provinsi idealnya tidak hanya mengejar pertumbuhan di wilayah yang sudah berkembang, tetapi juga membuka peluang bagi daerah yang masih tertinggal untuk mengejar ketertinggalannya.
Dimas menilai pemerataan investasi menjadi salah satu hal penting dalam menjaga keseimbangan pembangunan Banten. Masuknya investasi ke wilayah seperti Lebak, Pandeglang, Kabupaten Serang maupun Kota Serang, kata dia, dapat membuka lapangan kerja sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
“Kalau investasi hanya terkonsentrasi di wilayah yang memang sudah maju, kesenjangan antarwilayah bisa semakin lebar. Pemerintah provinsi harus punya strategi agar daerah lain juga mendapatkan porsi pembangunan dan investasi,” katanya.
Namun, Dimas menegaskan kritik tersebut disampaikannya sebagai pandangan pribadi dan bentuk kepedulian terhadap arah pembangunan Banten.
“Tapi maaf lho, ini pendapat dan pandangan pribadi saya sebagai orang yang peduli terhadap kemajuan dan perkembangan Provinsi Banten,” tutup Dimas, yang juga menjabat Kepala Sekretariat DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten.**
