Pada tahun 2021, jumlah pasien HIV-AIDS di Pandegran mencapai 47 orang

oleh
dr Kartirini, selaku Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P3M) Dinkes Pandeglang

Selama tahun 2021, Dinas Kesehatan () Kabupaten Pandeglang, mencatat ada 47 kasus penderita Human Immunodeficiency Virus () Acquired Immunodeficiency Syndrome () di Kabupaten Pandeglang. Meskipun diakui Dinkes, bahwa jumlah itu menurun, bila dibandingkan dengan jumlah tahun sebelumnya.

Hal ini diungkapkan dr Kartirini, selaku Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P3M) Dinkes Pandeglang, yang mengatakan penderita HIV dan AIDS tersebut, sangat sulit disembuhkan. Maka itu, jumlah penderita bila diakumulasikan akan selalu bertambah dilansir beritasatu.com.

Baca Juga  PKS Apresiasi Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurachman dalam Perjuangkan Kepentingan Umat Islam

“HIV itu sulit disembuhkan, bahkan bisa dikatakan tidak bisa sembuh. Jadi, kalau ada kasus HIV baru, berarti jumlah kasusnya bertambah terus setiap tahun. Kita lakukan pendataan dan pemeriksaan terhadap kasus ini, tiap tahun memang selalu ada, meskipun jumlahnya variatif, pendataan ini dilakukan sejak tahun 2010,” ungkap dr Kartirini, Rabu 01 Desember 2021.

Dikatakannya juga, kasus HIV AIDS di Kabupaten Pandeglang di tahun 2021 ini, bisa dikatakan menurun bila dibanding dengan jumlah kasus penderita di tahun 2020 yang mencapai 62 penderita.

Baca Juga  Sekretariat SMSI Pusat Dikunjungi Mahasiswa Universitas Moestopo Beragama Jurusan Administrasi Publik

“Tahun ini (2021) tercatat ada 47 yang positif HIV AIDS. Menurun bila dibandingkan dengan tahun 2020 yang mencapai 62 kasus positif, dan tahun 2020 itu tergolong jumlah kasus tertinggi, soalnya di tahun sebelumnya (2019), kita mencatat hanya terdapat 29 kasus positif HIV AIDS tersebut,” tambahnya.

Kasi P3M Dinkes Pandeglang ini pun mengatakan, kalau di Kabupaten Pandeglang ini, baru ada tiga tempat pelayanan kesehatan, yang bisa langsung melakukan tindakan terhadap kasus penderita HIV AIDS.

Baca Juga  Habib Umar Alhamid Dan Warga Banten Tanggapi Pernyataan KSAD Dudung Abdurachman

Namun bila sebatas pemeriksaan awal, semua Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan dua Rumah Sakit, bisa melakukannya.

“Bila hanya untuk pemeriksaan, atau deteksi awal, bisa dilakukan diseluruh Puskesmas yang ada di Kabupaten Pandeglang ini. Ada sekitar 36 Puseksmas, ditambah 2 Rumah Sakit (RSUD Berkah dan RSUD Aulia Menes),” ujarnya.

Sementara baru ada 3 yang bisa langsung melakukan tindakan, yakni di RSUD Berkah, Puskesmas Panimbang, dan Puskesmas Labuan,” imbuhnya. (*/cr2)