MBG Dibungkus Plastik Kresek di Pandeglang Viral, Satgas MBG Ancam Tutup Dapur Nakal

oleh
Satgas MBG sekaligus Wakil Bupati Pandeglang, Iing Andri Supriadi saat diwawancari awak media.
Satgas MBG sekaligus Wakil Bupati Pandeglang, Iing Andri Supriadi saat diwawancari awak media.

Fajarbanten.co.id – Penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikemas menggunakan plastik kresek di wilayah Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, Banten, viral di media sosial. Peristiwa tersebut menuai sorotan publik karena kemasan makanan dinilai tidak layak dan berpotensi menurunkan kualitas konsumsi bagi penerima manfaat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, paket MBG tersebut diperuntukkan bagi kelompok B3, yakni balita, ibu hamil, dan ibu menyusui di wilayah Kecamatan Sukaresmi. Dalam video yang beredar di media sosial, makanan MBG tampak dibungkus plastik bening dengan beragam warna.

Menanggapi viralnya video tersebut, Satuan Tugas (Satgas) MBG sekaligus Wakil Bupati Pandeglang, Iing Andri Supriadi menyatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dan teguran terhadap SPPG terkait

“Terkait Viralnya video kaitan dengan MBG di wilayah selatan (Kecamatan Sukaresmi_red) ini sudah kami tindak lanjuti, dan sudah berkoordinasi juga dengan koordinator SPPG di Pandeglang, dan sudah dilakukan peneguran,”ungkapnya, Senin 12 Januari 2026.

Iing menegaskan, seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Pandeglang diminta untuk lebih mengutamakan kualitas makanan yang disalurkan kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan.

“Kami menghimbau kepada seluruh SPPG, yg ada di kabupaten Pandeglang, harus lebih mengutamakan, kualitas makanan, makanan ini harus benar-benar bergizi, harus benar-benar berkualitas karena tujuannya untuk mencerdaskan kehidupan putra putri bangsa Indonesia,”katanya.

Ia juga mengingatkan, pihaknya tidak akan segan-segan memberikan sanksi tegas apabila masih ditemukan pelanggaran serupa di lapangan.

” Oleh karena itu kalau ada yang asal-asalan, kalau ada yang sembarangan dan terjadi kejadian seperti itu lagi, maka kami akan bertindak tegas, termasuk mungkin akan dilakukan penutupan terkait dapur-dapur yang masih nakal, yang ada di kabupaten Pandeglang,”jelasnya.

Menurut Iing, faktor cuaca maupun kondisi geografis tidak dapat dijadikan alasan pembenaran atas kelalaian dalam menjaga kualitas makanan MBG.

” Adapun kaitan dengan cuaca dan lain sebagainya, ini yg harus diantisipasi oleh SPPG, jgn hanya menyalahkan cuaca, jangan hanya menyalahkan Medan, dan lain sebagainya. Karena tentu cuaca hari ini, sudah masuk musim penghujan, maka itu harus benar-benar diantisipasi oleh SPPG,”tegasnya.

Ia menegaskan bahwa kualitas dan nilai gizi makanan merupakan hal utama yang harus dijaga oleh seluruh penyelenggara MBG.

“Yang terpenting adalah jaga kualitas makanan nya, harus benar-benar bergizi, jgn asal-asalan, kami akan merekomendasikan kepada bgn untuk dilakukan penutupan secara permanen, kepada SPPG yg masih memenuhi SOP sesuai dengan kualitas yang ditentukan oleh BGN,”pungkasnya. (Asep).