DPR RI Minta Pemkab Pandeglang Evaluasi Soal Izin Tambang

oleh
Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Nasdem, Arif Rahman.
Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Nasdem, Arif Rahman.

Fajarbanten.co.id – Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Nasdem, Arif Rahman, meminta pemerintah daerah mengevaluasi perizinan tambang di Kabupaten Pandeglang.

Ia menilai aktivitas tambang, termasuk galian C dan tambang pasir serta penebangan liar menjadi faktor utama penyebab lahan kritis di wilayah tersebut. Menurutnya, eksploitasi sumber daya alam harus diimbangi dengan kewajiban menjaga lingkungan.

“Biasanya lahan kritis dipicu oleh penebangan liar atau izin-izin tambang, mulai dari tambang pasir dan galian C. Ini harus kita evaluasi ulang bersama pemerintah daerah, supaya jelas apa yang sudah dilakukan. Jangan sampai sumber daya alam hanya dieksploitasi tanpa menjaga lingkungannya,”ungkap Anggota DPR RI dari Fraksi Nasdem, Arif Rahman, Senin 22 Desember 2025.

Selain isu lingkungan, Arif Rahman juga menyoroti berbagai keluhan petani terkait minimnya bantuan alat dan sarana pertanian.

“Di Pandeglang masih banyak kekurangan traktor, bibit, dan pupuk subsidi. Ini hampir dikeluhkan semua petani yang saya temui,” katanya.

Menurut Arif, mekanisme penyaluran pupuk subsidi yang harus melalui sistem elektronik
Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) dan aplikasi Simluh masih menyulitkan petani di lapangan. Ia meminta pemerintah daerah lebih aktif melakukan pendampingan.

” Petani di Pandeglang banyak mengeluh soal sulitnya mendapatkan pupuk subsidi. Karena memang itukan harus melalui RDKK ada aplikasi yang harus di masukan kedalam Simluh sistim penyuluhan. Mohon maaf rata-rata petani di kita ini kan kurang paham soal itu. Saya harap kepada pemerintah baik itu provisi Banten maupun pemerintah Kabupaten Pandeglang harus lebih aktif melakukan pendampingan,”bebernya.

Ia juga menilai, absennya sekolah pertanian dan kelautan di Pandeglang menjadi hambatan pengembangan sumber daya manusia di sektor tersebut.

” Kita ini sebagai daerah pertanian tapi kita tidak ada sekolah pertanian, kita sebagai daerah pesisir tapi kita tidak ada sekolah tentang kelautan. Saya berharap juga paling tidak untuk membangun sekolah itu sulit kita buatlah pusat pendidikan dan pelatihan,”tandasnya. (Asep)