Fajarbanten.co.id-Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lebak mengoptimalkan pompanisasi untuk menjaga ketersediaan air di areal persawahan selama musim kemarau. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari mitigasi kekeringan sekaligus menjaga keberlangsungan produksi pangan.
Kepala Distan Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, mengatakan pompanisasi menjadi salah satu langkah strategis untuk memenuhi kebutuhan air tanaman padi, terutama di wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan air.
“Kita melakukan mitigasi kekeringan dengan pompanisasi agar ketersediaan air ke areal persawahan tercukupi,” kata Rahmat Yuniar di Lebak, Sabtu (29/8/2026).
Menurut Rahmat, pemerintah daerah telah menyiapkan sebanyak 201 unit pompa untuk membantu petani menghadapi ancaman kekeringan. Sarana tersebut diarahkan untuk menangani lahan pertanian terdampak kekeringan dengan luas sekitar 392 hektare yang tersebar di sejumlah kecamatan.
Dalam pelaksanaannya, Distan Lebak melibatkan petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) dan Petugas Penyuluh Lapang (PPL). Mereka memberikan pendampingan kepada petani dan kelompok tani, termasuk dalam mengoptimalkan pemanfaatan pompa serta menjaga kondisi tanaman selama musim kemarau.
Rahmat meminta petani memanfaatkan sarana pompa yang telah disiapkan secara optimal agar produktivitas pertanian tetap terjaga.
“Kami minta petani menggunakan pompa secara optimal agar produksi bahan pangan tetap terjaga dan ekonomi petani juga meningkat,” ujarnya.
Ia mengatakan, pengalaman menghadapi kekeringan pada tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa pompanisasi dapat membantu petani mempertahankan produksi. Ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga pertumbuhan tanaman padi ketika curah hujan menurun.
Bantuan sarana pertanian yang diterima kelompok tani di Kabupaten Lebak juga berasal dari berbagai pihak, di antaranya Kementerian Pertanian, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten. Bantuan tersebut mencakup pompa air dan traktor untuk mendukung kegiatan budidaya pertanian.
Dengan pompanisasi, petani dapat memanfaatkan sumber air permukaan, seperti sungai, sebagai sumber air alternatif untuk mengairi persawahan.
Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Tambakbaya, Ruhiana, mengatakan penggunaan pompa membantu petani mempertahankan kegiatan pertanian selama musim kemarau.
Menurutnya, tanaman padi di wilayah tersebut dengan luas sekitar 150 hektare saat ini memasuki masa panen yang berlangsung hingga September 2026.
“Kami bersyukur panen tetap terjaga di musim kemarau panjang karena petani bisa menyedot air permukaan dari sungai dengan mengoptimalkan pompa,” kata Ruhiana.
Distan Lebak berharap optimalisasi pompanisasi yang disertai pendampingan petugas dan keterlibatan kelompok tani dapat membantu menjaga produktivitas pertanian, ketahanan pangan, serta perekonomian masyarakat selama musim kemarau. (Ajat)
