Cerdas Mengelola Keuangan, Kuat Mengembangkan Usaha

oleh 5 views

Oleh Anistya Vinta Desi,S.E.,M.Ak

Desa Sindangsari sebagai salah satu Desa Binaan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) menjadi ruang belajar dan kolaborasi dalam memperkuat literasi keuangan serta pengelolaan usaha masyarakat. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), pelaku UMKM di Desa Sindangsari mendapatkan edukasi mengenai pentingnya pencatatan dan pengelolaan laporan keuangan, khususnya bagi pelaku usaha sepatu dan kerajinan handmade rajut (crochet).

Pengelolaan keuangan merupakan salah satu aspek penting dalam menjaga keberlangsungan dan mendukung perkembangan sebuah usaha. Bagi pelaku UMKM, kemampuan mencatat transaksi, menghitung biaya produksi, memisahkan keuangan pribadi dan usaha, serta mengetahui pendapatan dan keuntungan merupakan bagian penting dalam membangun usaha yang sehat dan berkelanjutan.

Pada usaha pembuatan sepatu, misalnya, pelaku usaha perlu memperhitungkan berbagai komponen biaya, mulai dari bahan baku, tenaga kerja, sol, lem, aksesori, kemasan, hingga biaya lain yang berkaitan dengan proses produksi. Sementara itu, pada usaha handmade rajut, terdapat berbagai kebutuhan seperti benang, aksesori, perlengkapan produksi, serta waktu dan tenaga yang digunakan untuk menghasilkan setiap produk secara manual.

Beragamnya komponen biaya tersebut menunjukkan bahwa pencatatan keuangan menjadi hal yang penting bagi pelaku UMKM. Tanpa pencatatan yang teratur, pelaku usaha dapat mengalami kesulitan dalam mengetahui biaya yang sebenarnya dikeluarkan untuk menghasilkan suatu produk, menentukan harga jual, serta menghitung keuntungan yang diperoleh.

Melalui kegiatan penyuluhan laporan keuangan, para pelaku UMKM diajak untuk memahami bahwa pencatatan keuangan tidak harus dilakukan dengan cara yang rumit. Pencatatan dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti mencatat modal, pembelian bahan baku, biaya produksi, hasil penjualan, dan berbagai pengeluaran usaha lainnya.

Bagi pengrajin sepatu, kemampuan menghasilkan produk yang berkualitas perlu diiringi dengan kemampuan menghitung biaya produksi secara tepat. Demikian pula bagi pengrajin handmade rajut, setiap produk yang dibuat secara manual membutuhkan bahan, waktu, dan tenaga yang perlu diperhitungkan dalam menentukan harga jual.

Pemahaman mengenai biaya produksi dan harga jual menjadi penting agar pelaku usaha tidak hanya berorientasi pada peningkatan penjualan, tetapi juga dapat mengetahui apakah kegiatan usaha yang dijalankan telah memberikan keuntungan yang memadai.

Oleh karena itu, penyuluhan laporan keuangan diarahkan untuk membantu pelaku UMKM memahami keterkaitan antara pencatatan transaksi, biaya produksi, harga jual, pendapatan, dan laba usaha. Dengan pemahaman tersebut, pelaku usaha dapat melakukan evaluasi secara lebih baik terhadap kegiatan usahanya serta mengetahui produk yang memberikan kontribusi terhadap perkembangan bisnis.

Belajar Memisahkan Uang Usaha dan Uang Pribadi

Salah satu hal sederhana tetapi penting yang ditekankan dalam kegiatan ini adalah memisahkan keuangan usaha dari keuangan pribadi.

Dalam menjalankan usaha skala kecil, pemilik usaha terkadang menggunakan sumber dana yang sama untuk memenuhi kebutuhan usaha dan kebutuhan pribadi. Kondisi tersebut dapat menyebabkan pelaku usaha mengalami kesulitan dalam mengetahui posisi keuangan usaha secara sebenarnya.

Melalui pencatatan sederhana, pelaku UMKM diajak untuk mulai membedakan uang yang masuk dan keluar untuk kepentingan usaha dengan pengeluaran untuk kebutuhan pribadi. Dengan demikian, kondisi keuangan usaha dapat terlihat secara lebih jelas dan dapat menjadi dasar dalam mengambil keputusan.

Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNTIRTA, Ibu Intan Puspanita, S.E., M.Ak. Kehadiran akademisi menjadi bagian penting dalam menjembatani pengetahuan akuntansi dengan kebutuhan praktis yang dihadapi oleh masyarakat.

Penyampaian materi dilakukan dengan pendekatan yang sederhana dan kontekstual, sehingga konsep laporan keuangan dapat dikaitkan langsung dengan aktivitas usaha yang dijalankan masyarakat. Contoh-contoh yang diberikan dapat disesuaikan dengan kegiatan produksi sepatu maupun handmade rajut, mulai dari pembelian bahan hingga penjualan produk.

Pendekatan tersebut diharapkan membuat pelaku UMKM tidak memandang laporan keuangan sebagai sesuatu yang rumit, melainkan sebagai alat bantu untuk memahami dan mengembangkan usaha.

Pelaku UMKM dapat memulai dari pencatatan sederhana dan dilakukan secara konsisten. Setiap transaksi yang terjadi dicatat, kemudian dikumpulkan dan dirangkum untuk melihat kondisi usaha secara berkala.

Kegiatan PKM di Desa Sindangsari menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat. UNTIRTA melalui Desa Binaan tidak hanya hadir dalam memberikan pengetahuan, tetapi juga berupaya mendorong masyarakat untuk mengembangkan potensi ekonomi yang telah dimiliki.

Pada akhirnya, pengelolaan keuangan bukan semata-mata tentang angka dan laporan. Laporan keuangan adalah alat untuk mengenali kondisi usaha, merencanakan langkah, dan mendukung pengambilan keputusan.

Dari selembar catatan transaksi, pelaku UMKM dapat mengetahui perjalanan usahanya. Dari perhitungan biaya, dapat ditentukan harga yang lebih tepat. Dari pencatatan yang konsisten, dapat terlihat peluang untuk berkembang.

Dengan kolaborasi antara masyarakat dan perguruan tinggi, kreativitas para pelaku usaha sepatu dan handmade rajut diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan nilai ekonomi yang semakin besar bagi masyarakat.

Ucapan Terima Kasih

Kegiatan pengabdian kepada pelaku UMKM di Desa Sindangsari ini terlaksana atas dukungan pendanaan dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa melalui program pendanaan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2026. Tim pengabdian menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Universitas Sultan Ageng Tirtayasa yang telah mendukung dalam memberikan dana pengabdian masyarakat tahun 2026. Tim pengabdian juga mengucapkan kepada para pelaku UMKM produk sepatu dan handmade rajut (crochet), serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan.

Apresiasi juga disampaikan kepada ketua pengabdian Intan Puspanita,S.E.,M.Ak dan mahasiswa yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan edukasi, sosialisasi, dan pendampingan kepada masyarakat.***