FAJARBANTEN.CO.ID- Bank Indonesia Provinsi Banten optimistis Banten mampu berkembang menjadi pusat kekuatan ekonomi syariah nasional seiring pesatnya pertumbuhan ekosistem halal dan digitalisasi keuangan di daerah tersebut.
Optimisme itu disampaikan Kepala BI Banten, Ameriza M Moesa, saat membuka ajang SHAFARA dan DIGIWARA Festival 2026 di kawasan Bintaro, Tangerang, Jumat (22/5/2026).
Menurut Ameriza, Banten memiliki berbagai potensi strategis yang mendukung pengembangan ekonomi syariah, mulai dari kekuatan industri halal, ekosistem pesantren, keuangan syariah, hingga tingginya adopsi pembayaran digital di masyarakat.
“Banten memiliki kekuatan besar untuk menjadi pusat ekonomi syariah di Indonesia karena didukung potensi demografi, geografis, dan ekosistem halal yang terus berkembang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, terdapat enam sektor utama yang menjadi penopang ekonomi syariah di Banten, yakni makanan halal, fesyen muslim, pesantren, keuangan syariah, pembayaran digital, dan gaya hidup halal.
Ameriza juga mengungkapkan, perkembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional menunjukkan tren yang sangat positif. Aset keuangan syariah nasional diproyeksikan telah menembus Rp2.800 triliun dengan pertumbuhan rata-rata sekitar 9 persen per tahun.
Di Banten sendiri, penggunaan layanan perbankan syariah tumbuh rata-rata 12,4 persen. Sementara transaksi QRIS Syariah meningkat hingga 46,2 persen dengan nilai transaksi mencapai Rp114 miliar.
Selain itu, sektor UMKM halal dan ekosistem keuangan digital syariah juga mencatat pertumbuhan sebesar 26,5 persen dengan nilai mencapai Rp81 triliun.
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Tangerang Selatan turut meraih dua penghargaan dari BI Banten atas keberhasilan digitalisasi keuangan daerah.
Dua penghargaan tersebut yakni kategori Pemerintah Daerah dengan Rasio PDRD Non Tunai Tertinggi dan Pemerintah Daerah dengan Utilisasi Pembayaran Digital Tertinggi.
Ameriza menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa transformasi digital di Banten terus berkembang dan mendapat dukungan kuat dari pemerintah daerah.
Sementara itu, Gubernur Banten, Andra Soni, mengatakan Banten saat ini menjadi salah satu provinsi dengan tingkat digitalisasi tertinggi di Indonesia.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan dukungan Bank Indonesia dalam memperluas penggunaan transaksi digital.
“Digitalisasi transaksi keuangan memberikan kemudahan, mempercepat layanan, dan membawa manfaat besar bagi masyarakat maupun pemerintah daerah,” ujar Andra.
Ia berharap pengembangan transaksi digital tidak hanya terpusat di wilayah Tangerang Raya, tetapi juga dapat merata hingga seluruh kabupaten dan kota di Banten. (yogi)
