Adde Rosi Dorong Penguatan UMKM di Pandeglang Lewat Sensus Ekonomi 2026

oleh
Anggota Komisi X DPR RI, Adde Rosi Khoerunnisa saat foto bersama di acara Fokus Group Discussion pelaksanaan sensus ekonomi 2026.

FAJARBANTEN.CO.ID – Anggota Komisi X DPR RI, Adde Rosi Khoerunnisa, mendorong pemerintah untuk terus memperkuat pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Pandeglang.

Dorongan tersebut disampaikan melalui Focus Group Discussion (FGD) Sensus Ekonomi 2026 yang digelar bersama Badan Pusat Statistik (BPS) RI di salah satu hotel di Kabupaten Pandeglang, Senin 3 Agustus 2026.

Dalam kegiatan itu ditegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan langkah strategis untuk menghadirkan data yang akurat mengenai kondisi dan karakteristik pelaku usaha di Indonesia.

Data tersebut nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran, khususnya bagi sektor UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

“Data itu nantinya akan menjadi dasar pemerintah dalam menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran, khususnya bagi sektor UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian,” ungkap Adde Rosi.

Politikus Partai Golkar yang akrab disapa Aci itu menilai, keberadaan data yang lengkap dan valid akan membantu pemerintah dalam merancang berbagai program pemberdayaan, mulai dari pembiayaan, pelatihan, hingga pendampingan bagi pelaku UMKM agar mampu naik kelas dan memiliki daya saing yang lebih kuat.

“UMKM memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Karena itu, pemerintah harus memiliki basis data yang akurat agar setiap kebijakan benar-benar menyentuh kebutuhan pelaku usaha,” katanya.

Menurut Adde Rosi, FGD tersebut juga menjadi wadah untuk menyerap aspirasi sekaligus mengidentifikasi berbagai persoalan yang dihadapi pelaku UMKM di daerah.

“Melalui FGN ini, kami ingin terus memperkuat sensus ekonomi, kami berharap melalui sensus ekonomi yang dilakukan BPS bisa memotret bagaimana para pelaku UMKM di Pandeglang, baik usahanya, progresna, pendapatannya seperti apa,” ujarnya.

“Sehingga nanti dari hasil sensus ekonomi ini diserahkan kepada pemerintah, dan nantidibuatlah program atau kebijakan dalam mengembangkan para pelaku UMKM itu sendiri,” sambungnya.

Ia menambahkan, pelaku UMKM merupakan salah satu sektor yang memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, diperlukan dukungan nyata dari pemerintah, baik dalam bentuk pelatihan, pendampingan usaha, kemudahan akses pembiayaan, maupun digitalisasi pemasaran.

“Diharapkan melalui FGD ini dapat lahir berbagai rekomendasi yang mampu memperkuat ekosistem UMKM di Pandeglang sehingga semakin berkembang, berdaya saing, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya. (Asep)